Selasa, 17 September 2013

Laporan

SOSIALISASI BENIH BERSUBSIDI
WKBPP GAROKGEK KEC. KIARAPEDES


              Benih merupakan komponen awal dari kegiatan budidaya tanaman, artinya bila kita menanam benih yang berkualitas baik maka hasilnyapun akan baik, sebaliknya jika benih yang kita tanam berkualitas rendah atau jelek maka hasilnyapun akan jelek juga.  Betapa besarnya peranan benih dalam proses budidaya, sehingga dianjurkan penggunaan benih yang benar-benar berkualitas baik serta dapat dipertanggung-jawabkan. 
Pelaksanaan kegiatan budidaya padi sawah di Wilayah Kerja BPP Garokgek , sejak Tahun 2008 sampai dengan Tahun 2012 umumnya para petani telah menggunakan benih bermutu serta berlabel yang diperoleh secara gratis baik melalui paket kegiatan SL-PTT maupun bantuan langsung benih unggul (BLBU).  Selama kurun waktu tersebut produktivitas  terus mengalami peningkatan sehingga memberikan kontribusi terhadap pencapaian swasembada beras jilid 2.
Seiring dengan perubahan kebijakan pemerintah serta ingin lebih mendewasakan para petani maka mulai Tahun 2012, benih tidak lagi diberikan secara gratis namun harus dibayar secara tunai.  Dalam pembelian benih langsung oleh petani khususnya benih padi inbrida, tidak sepenuhnya dibayar oleh para petani tapi hanya 25 persen dari HET sebab pemerintah memberikan subsidi sebesar 75 persen.  Jadi benih yang harus dibayar hanya Rp. 2.024,- untuk setiap kilogramnya.
Dilihat dari nilai memang cukup murah terutama bila dibandingkan harga gabah konsumsi yang saat ini sudah di atas Rp. 4.000,-/kg.  Namun kebiasaan para petani yang selama ini selalu mendapat bantuan benih gratis, tentu hal ini sangat membingungkan dan sulit diterima.  Untuk itu maka perlu adanya sosialisasi sampai ke tingkat petani tentang prosedul pembelian benih tersbut.
Sosialisasi benih bersubsidi di Wilayah Kerja BPP Garokgek telah dilaksanakan pada tanggal 17 September 2013 bertempat di Aula Pertemuan BPP.  Kegiatan tersebut dihadiri oleh ketua kelompok tani se Kecamatan Kiarapedes sebanyak 37 orang.  Teknik pelaksanaan kegiatan sosialisasi berupa penyampaian materi tentang benih padi bersubsidi serta tata cara pembeliannya kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan Tanya jawab.  Hasil diskusi terdapat beberapa saran dan usulan serta kesepakatan di antaranya :
1. Seluruh kelompoktani akan mengajukan usulan pembelian benih yang diawali dengan pengisian 
    format DU-PBB
2. Anggota kelompok yang tidak memiliki dana untuk pembelian benih, pembayarannya 
    bekerjasama dengan lembaga keuangan PUAP.
3. Agar dibuat surat edaran oleh BPP tentang benih bersubsidi agar lebih diketahui oleh para petani.
S

Tidak ada komentar:

Posting Komentar