SOSIALISASI BENIH BERSUBSIDI
WKBPP GAROKGEK KEC. KIARAPEDES
Benih
merupakan komponen awal dari kegiatan budidaya tanaman, artinya bila kita menanam
benih yang berkualitas baik maka hasilnyapun akan baik, sebaliknya jika benih
yang kita tanam berkualitas rendah atau jelek maka hasilnyapun akan jelek juga. Betapa besarnya peranan benih dalam proses
budidaya, sehingga dianjurkan penggunaan benih yang benar-benar berkualitas baik
serta dapat dipertanggung-jawabkan.
Pelaksanaan
kegiatan budidaya padi sawah di Wilayah Kerja BPP Garokgek , sejak Tahun 2008
sampai dengan Tahun 2012 umumnya para petani telah menggunakan benih bermutu
serta berlabel yang diperoleh secara gratis baik melalui paket kegiatan SL-PTT
maupun bantuan langsung benih unggul (BLBU).
Selama kurun waktu tersebut produktivitas terus mengalami peningkatan sehingga
memberikan kontribusi terhadap pencapaian swasembada beras jilid 2.
Seiring dengan
perubahan kebijakan pemerintah serta ingin lebih mendewasakan para petani maka
mulai Tahun 2012, benih tidak lagi diberikan secara gratis namun harus dibayar
secara tunai. Dalam pembelian benih
langsung oleh petani khususnya benih padi inbrida, tidak sepenuhnya dibayar
oleh para petani tapi hanya 25 persen dari HET sebab pemerintah memberikan
subsidi sebesar 75 persen. Jadi benih
yang harus dibayar hanya Rp. 2.024,- untuk setiap kilogramnya.
Dilihat dari
nilai memang cukup murah terutama bila dibandingkan harga gabah konsumsi yang
saat ini sudah di atas Rp. 4.000,-/kg.
Namun kebiasaan para petani yang selama ini selalu mendapat bantuan
benih gratis, tentu hal ini sangat membingungkan dan sulit diterima. Untuk itu maka perlu adanya sosialisasi
sampai ke tingkat petani tentang prosedul pembelian benih tersbut.
Sosialisasi
benih bersubsidi di Wilayah Kerja BPP Garokgek telah dilaksanakan pada tanggal
17 September 2013 bertempat di Aula Pertemuan BPP. Kegiatan tersebut dihadiri oleh ketua kelompok
tani se Kecamatan Kiarapedes sebanyak 37 orang.
Teknik pelaksanaan kegiatan sosialisasi berupa penyampaian materi
tentang benih padi bersubsidi serta tata cara pembeliannya kemudian dilanjutkan
dengan diskusi dan Tanya jawab. Hasil
diskusi terdapat beberapa saran dan usulan serta kesepakatan di antaranya :
1. Seluruh kelompoktani akan mengajukan usulan pembelian benih yang diawali dengan pengisian
format DU-PBB
2. Anggota kelompok yang tidak memiliki dana untuk pembelian benih, pembayarannya
bekerjasama dengan lembaga keuangan PUAP.
3. Agar dibuat surat edaran oleh BPP tentang benih bersubsidi agar lebih diketahui oleh para petani.
S
Tidak ada komentar:
Posting Komentar