Asparagus officinalis yang lebih dikenal
dengan asparagus, merupakan tanaman sayuran yang bergizi tinggi dan memiliki
nilai ekonomis tinggi pula. Bagian yang
diambil yaitu anakan atau tunas baru yang
keluar dari rumpun batang utama atau disebut juga rebung. Rebung asparagus sebenarnya merupakan ujung
rizome yang akan tumbuh menjadi individu tanaman baru. Pemanenan dilakukan setelah rebung mencapai
ketinggian 20 – 30 cm sesuai permintaan pasar. Rebung asparagus tersebut biasanya disajikan sebagai sayuran
segar atau makanan dalam kaleng, selain itu juga dapat dibuat sup atau kimlo,
jus, ataupun sebagai garnis.
Asparagus
adalah tanaman sub tropis, banyak ditanam di Amerika khususnya Amerika
Utara, bahkan dari beberapa sumber bahwa
asparagus berasal dari sana.
Daerah-daerah yang banyak ditanami asparagus antara lain Lembah
California, sacramento, Illinois, California Selatan, dan New Jersey.
Di Indonesia yang
beriklim tropis, tanaman asparagus sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda,
tumbuh di kawasan dataran tinggi dengan ketinggian tempat antara 600 s/d 1.700
m dpl. Beberapa daerah yang telah
membudidayakan asparagus diantaranya Bandungan, Tawangmangu, Dieng, Baturaden
(Jawa Tengah), Pegunungan Ijen, Batu, Selecta (Jawa Timur), Puncak, Selabintana,
Pangalengan, Lembang (Jawa Barat), Bedegul (Bali), Brastagi (Sumut), dll. Berbagai jenis asparagus telah dibudidayakan
dengan tujuan untuk di panen daunnya sebagai ornament bunga dan ada juga
beberapa jenis asparagus yang dijadikan elemen taman. Sedangkan asparagus yang dipanen rebungnya
untuk dijadikan sayuran yaitu dari jenis Asparagus
Officinalis.
BPP Garokgek
yang berada di kawasan kaki Gunung Burangrang, dengan ketinggian ± 700 m dpl dan
berhawa sejuk, mencoba membuat demplot asparagus dalam sekala percobaan. Jenis yang ditanam yaitu Asparagus
Officinalis untuk dipanen rebungnya, lahan yang ditanami seluas 2000 m2
dengan populasi sebanyak ± 2500 rumpun dengan modal awal sebesar Rp.
12.000.000,-. Tanaman mulai berproduksi
dan dipanen pada Bulai Mei 2013 dengan rata-rata produksi mencapai 130 kg/bulan. Harga pada saat ini mencapai Rp. 35.000,-
/kg, dengan demikian maka pendapatan per
bulanya mencapai Rp. 4.550.000,-.
Pemasaran saat ini dikirim ke salah satu koperasi yang ada di
Lembang, adapun permintaannya 20 kg/hari
atau sekitar 600 kg/bulan. Jenis produk
berupa rebung segar tanpa grade dengan
panjang 30 cm. mengingat tingginya
permintaan, sedangkan yang dapat terpenuhi baru 21,6 persen, maka peluang
budidaya asparagus ini cukup bagus sehingga perlu adanya perluasan areal.
TEKNIK
BUDIDAYA
A. Pembibitan
Periode
pembibitan mulai dari penanaman benih sampai pertumbuhan tanaman muda yang siap
dipindah ke areal pertanaman selama 3 – 5 bulan. Benih berupa biji yang diambil dari tanaman
cukup tua miniman berumur dua tahun. Tahapan pelaksanaan pembibitan antara lain
:
1). Benih direndam dalam air
hangat dengan suhu sekitar 300 c selama 24 jam kemudian tiriskan.
2). Siapkan media tanam berupa
campuran tanah, pupuk kandang, dan arang sekam dengan perbandingan 1 : 1 :
1, masukan kedalam polybag ukuran lebar
7 cm dan tinggi 12 cm.
3). Susun polybag pada bedengan
yang telah disediakan dengan ukuran lebar 120 cm dan panjang sesuai keadaan
tempat.
4). Tanam benih pada polybag
masing-masing satu butir, kemudian tutup dengan karung goni atau jerami dengan
tujuan agar waktu penyiraman benih tidak hilang.
5). Tutup areal pembibitan dengan
platik UV untuk melindungi atau menahan guyuran air hujan.
6). Lakukan penyiraman sesuai
kebutuhan
7). Pembukaan karung goni atau
jerami dilakukan apabila benih sudah mulai tumbuh.
8). Lakukan pemangkasan terhadap
batang yang mulai tua agar merangsang tumbuh batang baru, pemangkasan dilakukan
berulang-ulang agar batang yang tumbuh baru semakin besar dengan menyisakan 2 –
3 batang dalam setiap rumpunnya.
B. Penanaman
1). Pengolahan tanah dilakukan
dengan cara dibajak atau dicangkul sedalam 30 cm
2). Campurkan pupuk kandang
dengan dosis 5 – 10 ton / ha, kemudian buat petakan dengan lebar 100 cm dan panjang sesuai
keadaan lahan, setiap petakan dipisahkan dengan parit selebar 30 cm.
3). Tanam bibit dengan jarak 20 – 25 cm dari pinggir petakan,
dalam satu petakan terdapat dua jalur tanaman.
C. Pemeliharaan Tanaman
1). Lakukan penyiraman terutama
pada waktu musim kemarau.
2). Pemupukan dilakukan 3-6 bulan
sekali dengan menggunakan pupuk kandang, cara pemupukan yaitu dengan memasukan
pupuk di bagian tengah petakan kemudian ditimbun kembali (hindari penggunaan
pupuk kimia untuk mendapatkan produk yang sehat dan aman).
3). Lakukan pemangkasan secara
berkala terhadap batang yang telah mulai tua dengan menyisakan 2 – 3 batang
untuk setiap rumpunnya.
4). Pengendalian hama dan
penyakit dilakukan apabila terjadi serangan dengan menggunakan pestisida
nabati.
D. Panen dan Pascapanen
1). Pemanenan dilakukan jika umur
tanaman telah mencapai 4 – 6 bulan, biasanya rebung telah mencapai diameter 0,7
– 1,0 cm
2). Panen dilakukan secara
selektif yaitu dengan cara mencabut rebung yang telah mencapai ketinggian 30 cm
atau lebih.
3). Rebung dikumpulkan kemudian
dicuci dengan air bersih
4). Rebung yang sudah bersih
kemudian disusun dalam tempat penyimpanan, yang panjangnya lebih dari 30 cm
dipotong bagian bawahnya, kemudian direffing setiap 1-5 kg.
"SELAMAT MENCOBA"